✅ Contoh Daftar Riwayat Hidup Yang Benar Agar Diterima Kerja

Daftar riwayat hidup atau biasa disebut curriculum vitae, merupakan salah satu isi dari dokumen penting. Daftar riwayat hidup ini berisi data diri lengkap yang sangat penting dan dibutuhkan sebagai syarat dalam berbagai kepentingan, seperti melamar pekerjaan, persyaratan memperoleh beasiswa, persyaratan kursus, dan sebagainya. Sangat penting, bukan? Oleh karena itu, perlu untuk memulai memahami contoh daftar riwayat hidup yang benar dan sistematis.

Dalam artikel ini akan dibahas informasi seputar unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah daftar riwayat hidup. Adapun penyertaan contoh yang dapat dilihat dan dipahami. Penyertaan contoh tersebut diharapkan menjadi penjelas, sehingga memudahkan Anda dalam memahami penyusunan curriculum vitae. Apabila sudah mengetahui unsur-unsurnya secara keseluruhan, maka akan mudah dalam membuat CV untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Lalu, apa saja unsur penting yang harus ada dalam daftar riwayat hidup? Inilah 5 unsur yang sangat penting dan harus dicantumkan secara lengkap.

  1. Identitas Diri

Hal pertama yang ditulis dalam daftar riwayat hidup adalah identitas diri. Identitas merupakan hal yang sangat penting, di mana sangat dibutuhkan sebagai informasi dasar bagi setiap orang. Identitas diri harus ditulis dengan benar, sehingga menghasilkan daftar riwayat hidup yang runtut.

Urutan dalam penulisan data diri adalah nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, agama, status perkawinan, pekerjaan (kecuali CV lamaran kerja), kewarganegaraan, nomor telepon/HP, dan alamat e-mail. Setiap item tersebut harus dicantumkan dengan sebenar-benarnya dan lengkap, sebagai pelengkap dokumen penting.

  1. Riwayat Pendidikan

Setelah mencantumkan identitas dengan sebenar-benarnya dan lengkap, maka selanjutnya adalah mencantumkan riwayat pendidikan. Anda dapat menuliskan rincian berupa rekam jejak pendidikan formal ataupun nonformal yang sudah dilalui. Untuk pendidikan formal, tuliskan rekam jejak pendidikan dengan urut dari awal hingga pendidikan terakhir yang Anda tempuh, misalnya dari SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Apabila Anda mempunyai pendidikan nonformal, maka cantumkan juga secara urut berdasarkan tahun. pendidikan nonformal tersebut misalnya kursus atau training.

  1. Pengalaman Kerja dan Organisasi

Poin selanjutnya yang harus ada dalam daftar riwayat hidup yang benar adalah pengalaman kerja dan organisasi. Poin ini merupakan pertimbangan yang digunakan dalam penyeleksian, sehingga Anda harus mencantumkannya agar mempunyai poin tambahan sebagai pendukung. Pengalaman kerja dapat menjadi gambaran bagi tim penyeleksi untuk menilai kualitas diri Anda, sedangkan pengalaman organisasi dapat mendukung kepercayaan penyeleksi atas kemampuan sosial Anda dalam hal bekerja dengan tim.

  1. Prestasi dan Potensi Diri

Prestasi dan potensi diri merupakan dua hal yang tak kalah penting dengan poin lainnya. Keduanya merupakan unsur penting daftar riwayat hidup yang sangat dibutuhkan untuk mendukung Anda untuk memperoleh poin tambah, sehingga impian tercapai. Hal yang perlu diingat adalah cantumkan data tersebut dengan benar, tanpa ada kebohongan. Sampaikan apa adanya agar jalan Anda di kehidupan selanjutnya tetap lancar.

Daftar riwayat hidup yang benar akan mencamtumkan prestasi dan potensi diri dengan sistematis berdasarkan tahun perolehan. Selanjutnya, potensi diri yang dapat dicantumkan dalam CV diharapkan hal yang dapat mendukung tercapainya tujuan Anda, baik hard skill, maupun soft skill.

  1. Contoh Daftar Riwayat Hidup Lengkap dan Runtut

Setelah mengetahui apa saja poin penting yang harus ada dalam CV dan memahami penjelasan dalam penulisannya yang baik dan sistematis, selanjutnya adalah membaca berbagai contoh mengenai daftar riwayat hidup. Sebagai penjelas, Anda dapat memperhatikan contoh dari daftar riwayat hidup berikut ini.

Daftar Riwayat Hidup

Nama                           : Nino Ferlando

Tempat, tanggal lahir  : Tangerang, 30 Juni 1995

Jenis Kelamin              : Laki-laki

Alamat                                    : Jalan Martapura No. 106, Tangerang

Agama                         : Islam

Status Perkawinan      : Belum menikah

Pekerjaan                     : Wiraswasta                (kecuali CV lamaran pekerjaan)

Nomor Telepon           : 085452901300

E-mail                          : [email protected]

Riwayat Pendidikan

  1. 2001-2007 : SDN 1 Sukma Jaya
  2. 2007-2010 : SMPN 1 Tangerang
  3. 2010-2013 : SMAN 1 Tangerang
  4. 2013-2017 : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Pengalaman Kerja

  1. Magang di PT Wajar Sejahtera selama 1 tahun.

Pengalaman Organisasi

  1. Ketua Karya Ilmiah Remaja

Prestasi

  1. Juara 2 Lomba Rancang Bangun Mesin Pertanian Tingkat Nasional Tahun 2015
  2. Juara 1 Lomba Desain Mesin Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016
  3. Juara 1 Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional Tahun 2016

Potensi Diri

  1. Mampu berbahasa Inggris aktif, maupun pasif.
  2. Mampu mengoperasikan komputer dan mengetahui perkembangan teknologi.
  3. Mampu bekerja dalam tim dan sesuai target.

Keseluruhan bagian yang telah dipaparkan di atas dapat memberikan informasi bagi Anda seputar hal-hal penting yang harus ada dalam daftar riwayat hidup. Penyusunan daftar riwayat hidup juga harus sesuai dengan kriteria yang benar, yaitu sebenar-benarnya dan lengkap. Contoh daftar riwayat hidup tersebut dapat digunakan sebagai pedoman bagi Anda dalam melengkapi persyaratan yang diperlukan. Sebagai saran, membaca referensi dan berlatih adalah cara yang tepat untuk menghasilkan daftar riwayat hidup sesuai kriteria dan dapat mendukung dengan kelengkapan informasi di dalamnya.

Facebook Comments

✅ Contoh Kata Pengantar yang Komunikatif dan Sistematis Agar Karya Tulis Tersusun Baik dan Benar

Ada banyak bagian dalam karya tulis. Salah satunya adalah kata pengantar, yang merupakan bagian penting dan harus ada dalam sebuah karya tulis. Anda pasti akan menemukannya di setiap karya tulis yang berbentuk buku. Kata pengantar terletak di bagian awal karya, sebagai ungkapan rasa syukur, rasa terima kasih, serta sambutan dari penulis kepada para pembaca karya yang telah diciptakannya. Berikut ini ulasan beserta contoh kata pengantar sebagai gambaran untuk Anda agar mampu menyusun kata pengantar yang baik dan benar untuk karya Anda.

Bagi Anda yang akan menulis skripsi, tesis, disertasi, atau karya tulis ilmiah, dapat memahami tata cara penulisan kata pengantar yang sesuai dengan tata aturan. Bagi para penulis karya berbentuk buku, seperti biografi, novel, dan buku antologi, juga harus mempelajarinya untuk menciptakan karya yang baik. Ingin mengetahui lebih lanjut? Berikut adalah tips membuat kata pengantar yang komunikatif dan sistematis sekaligus contohnya untuk Anda.

  1. Membaca Referensi Mengenai Kata Pengantar

Referensi sangat diperlukan sebagai modal untuk mampu menyusun kata pengantar yang benar. Anda dapat membaca buku panduan khusus penulisan kata pengantar ataupun melihat kata pengantar yang ada pada buku atau karya lain berbentuk buku (novel, biografi, antologi, dsb). Selain itu, Anda dapat membaca referensi dari media elektronik dengan memanfaatkan jaringan internet. Berbagai rujukan dari website terpercaya dapat digunakan sebagai bahan bacaan.

  1. Memahami Isi Kata Pengantar

Apa sajakah isi kata pengantar? Dalam setiap karya tulis (buku, makalah), dicantumkan beberapa paragraf di bagian awal. Paragraf tersebut berisi ungkapan rasa syukur dari penulis kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan, ungkapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung, serta sambutan dari penulis kepada para pembaca karyanya. Dengan mengetahui urutan isi kata pengantar tersebut, Anda akan mudah dalam menyusunnya. Penulisan kata pengantar berdasarkan urutan di atas dapat menghasilkan susunan yang sistematis, sehingga nyaman dibaca.

  1. Mengerti Kriteria Penulisan Kata Pengantar

Bagaimana kriteria penulisan kata pengantar yang benar? Setiap hal selalu mempunyai kriteria sebagai standar dalam menentukan atau membuat sesuatu. Adapun beberapa hal yang menjadi kriteria dalam penyusunan kata pengantar adalah bahasa yang digunakan harus formal. Pemilihan kata dan penyusunannya juga jangan bertele-tele, sehingga menghasilkan kata pengantar komunikatif. Selain itu, kriteria penyusunan secara sistematis atau runtut juga harus Anda penuhi.

Contoh Kata Pengantar Singkat

Contoh sangat penting untuk menggambarkan teori yang ada, sehingga lebih mudah dipahami. Berikut ini salah satu contohnya.

Kata Pengantar

            Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan buku berjudul “Apa itu Creative Writing? Kenali Lebih Dalam!”, tanpa halangan suatu apapun. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah berpartisipasi dan mendukung tersusunnya buku ini. Pembaca yang budiman, kami sangat berharap bahwa buku ini dapat memberikan manfaat dalam bidang kepenulisan, khususnya dalam hal teknik creative writing. Dengan terbitnya buku ini, kami berharap bahwa dunia kepenulisan dapat berkembang. Meskipun demikian, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam buku ini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan di masa yang akan datang. Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga buku ini dapat menjadi sumber literasi yang mudah dipahami oleh setiap pembacanya, sehingga mampu digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis. Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam hal penulisan kata ataupun penggunaan kata-kata yang kurang berkenan.

                                                                                                Yogyakarta, 10 Juli 2018

Hormat kami,

 

Penulis

Contoh Kata Pengantar Makalah

Contoh Kata Pengantar Makalah PKN

Contoh Kata Pengantar Laporan

Contoh Kata Pengantar Laporan

Contoh Kata Pengantar Skripsi

Contoh Kata Pengantar Skripsi

Contoh Kata Pengantar Skripsi 2

 

 

Menyusun Kata Pengantar

Setelah mengetahui dan memahami isi kata pengantar secara keseluruhan, memahami kriteria penulisan, serta mencermati contohnya, Anda dapat memulai menyusun kata pengantar untuk karya Anda. Upayakan untuk menyusunnya dengan sistematis sesuai dengan pedoman dari referensi yang dibaca. Selebihnya, Anda dapat berkonsultasi dengan pihak yang paham mengenai tata tulis kata pengantar dengan baik dan benar. Dengan demikian, usaha Anda untuk menyusun kata pengantar yang memenuhi kriteria akan berhasil.

Berbagai hal yang telah dipaparkan di atas merupakan suatu paket kemudahan bagi Anda dalam menyusun kata pengantar sesuai aturan dan kriteria yang tepat. Berawal dari membaca, akhirnya mengerti, dan mampu menyusun kata pengantar adalah rangkaian manfaat yang dapat Anda peroleh.

Contoh kata pengantar yang disajikan dalam artikel ini juga dapat memberikan pedoman kata pengantar yang komunikatif dan sistematis. Alangkah baiknya, Anda terus belajar dan mencoba untuk menghadirkan kata pengantar yang terbaik, apalagi bila digunakan untuk karya perdana Anda. Try and try again!

Facebook Comments

Sering Berkomentar Body Shaming, Hati-Hati Kena Pidana!

Body shaming merupakan salah satu bentuk tindakan penghinaan atau pengejekan dengan memberikan komentar fisik dan penampilan tubuh seseorang dalam bentuk apapun. Hati-hati! Kebiasaan body shaming ini sekarang makin merajalela. Terlebih di kalangan netizen. Kalau Anda tak mau kena tindak pidana, hentikan kebiasaan itu sekarang juga!

Apa Itu Body Shaming?

Sebelum Anda tahu kenapa bisa kena ancaman pidana hanya karena hal yang dianggap sepele ini, sebaiknya Anda tahu dulu sebenarnya apa pengertian body shaming itu sendiri. Menurut Oxford Living Dictionaries, body shaming adalah bentuk sederhana dari tindakan mengecek atau mengomentari bentuk dan tubuh seseorang yang dianggap jelek.

Pasal Karet UU ITE Bisa Jerat Pelaku Body Shaming

Pasal yang Mendasari Hukuman Pidana Body Shaming

Kenapa bisa kenap hukuman pidana? Tentu saja karena ada pasal yang melatarbelakanginya. Pasal tersebut adalah Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Traksaksi Elektronik.

Pasal tersebut sudah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Elektronik. Pemberi komentar ini bisa saja dijerat bilamana si korban merasa terhina dan melakukan aduan. Tindakan ini juga bisa diproses bila si pelaku memenuhi seluruh unsur pidana.

Kriteria lainnya adalah bila si pelaku telah melalui proses peradilan pidana. Pasal tersebut memiliki bunyi ‘Setiap orang dengan sengaja atau tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi eletronik dan/atau dokumen eletronik yang memenuhi muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Artinya, setiap orang yang dengan sengaja atau tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransimiskan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen eletronik yang memiliki muatan penghinaan bisa dikenakan pasal pencemaran nama baik UU ITE ini. Hukuman yang bisa didapat adalah penjara paling lama 4 tahun dan denda hingga 750 juta.

Body Shaming bisa kena pasal

Apakah Body Shaming Bisa Dikatakan Penghinaan?

Jika Anda bertanya apakah body shaming yang sering dilakukan di media sosial termasuk penghinaan atau tidak, maka untuk mengetahui jawabannya adalah dengan merujuk pada pasal penghinaan ringan menurut Pasal 315 KUHP.

Pasal tersebut memiliki bunyi: ‘Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan dan diterima padanya,

Diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua munggu atau denda pidana paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.’ Pasal tersebut mengatur tentang penghinaan yang dilakukan di tempat umum yang biasanya berupa makian yang sifatnya menghina.

Penghinaan tersebut bukan hanya dengan cara menuduh atas suatu perbuatan saja, melainkan juga dengan menggunakan perkataan seperti ‘anjing, asu, sundel, bajingan,’ dan masih banyak lagi. Bila penghinaan tersebut dilakukan dengan menggunakan kata-kata seperti ini, maka si pelaku bisa dijerat dengan pasal 315 KUHP yang dikenakan penghinaan ringan.

Selain itu, penghinaan ringan juga bisa dilakukan dengan menggunakan perbuatan. Menurut R. Soesilo, penginaan perbuatan ini bisa berupa perbuatan meludahi di muka, memegang kepala, mendorong atau melepas peci atau ikat kepala, sodokan, dorongan, templengan, atau bentuk fisik lainnya yang tidak seberapa keras.

Namun, agar pengaduan Anda bisa diproses, ada syarat yang harus dipenuhi. Persyaratannya adalah penghinaan atau pengejekan baik secara lisan atau tulisan tersebut harus dilakukan di tempat umum meski si korban yang dihina tidak perlu ada di tempat tersebut. Namun, bilamana tidak terjadi di tempat umum, juga bisa diproses.

Hanya saja, syaratnya lebih ribet. Syarat agar penghinaan yang dilakukan di bukan tempat umum adalah orang yang dihina harus ada di tempat tersebut. Beliau harus melihat atau mendengar sendiri hinaan itu. Bila penghinaan dilakukan dengan tulisan, maka surat tersebut harusnya dialamatkan pada orang yang dihina.

Body Shaming di Medsos Bisa Dijerat UU ITE
Instagram/klinikhukum

Tindakan Apa yang Bisa Dilakukan Korban yang Dihina di Media Sosial?

Bagi korban yang mengalami penghinaan di media sosial dan merasa tersinggung, Anda bisa melaporkannya ke Layanan Aduan Konten Kementrian Komunikasi dan Informasika. Selain itu, upaya penegakan hukum lainnya juga bisa langsung dilaporkan ke penegak hukum setempat.

Prosedurnya adalah pemilik akun yang dilanggar haknya datang langsung membuat laporan ke penyidik POLRI atau unit cybercrime atau penyidik PPNS (Pejabat Pegawai Negeri Sipil) pada Sub Direktorat Penyidikan dan Pendidikan, Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Setelah itu, peyidik akan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan yang dilakukan dengan proses penyidikan atas Hukum Acara Pdana dan ketentuan dalam UU ITE. Setelah itu, berkas perkara akan dilimpahkan ke penuntuk umum untuk dilakukan penuntutan di pengadilan.

Dengan semua hal ini, lebih bijak untuk pengguna media sosial dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Tidak berkomentar body shaming adalah salah satu jalannya. Kemajuan teknologi harusnya digunakan untuk kebaikan. Bukan malah sebaliknya yang merugikan banyak orang, termasuk diri sendiri.

Facebook Comments