Kenali Gejala Penyakit Lupus pada Anak dan Cara Mengatasinya 

Kenali Gejala Penyakit Lupus pada Anak dan Cara Mengatasinya Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit autoimun ini menyebabkan peradangan kronis pada organ penting tubuh, seperti ginjal, jantung, dan otak. Tak hanya orang dewasa, penyakit ini pun kerap menyerang anak-anak. Dengan mengetahui gejala penyakit lupus pada anak, pengobatan bisa diberikan sesegera mungkin.

Ragam Gejala yang Ditunjukkan Anak yang Menderita Lupus

Anak-anak yang menderita lupus umumnya berada di rentang usia 9 hingga 15 tahun, saat masa pubertas berlangsung. Gejalanya begitu beragam, sehingga orang tua pun bisa kesulitan untuk mengenali gejalanya tersebut. Beda penderita, maka gejala yang ditunjukkan bisa berbeda. Maka tak mengherankan jika banyak orang tua yang tak sadar, bahwa anaknya ternyata sedang menderita lupus.

Agar mudah bagi Anda untuk mengenali lupus, Anda bisa menjadikan beberapa gejala umum lupus berikut ini sebagai pedoman. Pertama, anak yang menderita lupus biasanya demam lama, kadang hilang timbul, tanpa penyebab jelas. Kedua, anak sering tampak pucat dan memiliki transfusi darah berulang kali. Ketiga, anak yang tadinya aktif, tiba-tiba menjadi malas beraktivitas.

Gejala keempat yang lebih terlihat kentara adalah munculnya ruam pada wajah, yang bentuknya menyerupai sayap kupu-kupu atau butterfly rash. Kelima, anak sering mengeluhkan nyeri di bagian persendiannya. Keenam, pembengkakan terjadi di bagian kelopak mata dan tungkai bawah anak. Terakhir, rambut rontok banyak serta kulit anak tiba-tiba jadi sensitif akan cahaya matahari.

Treatment untuk Mengatasi Penyakit Lupus pada Anak

Lupus merupakan penyakit berbahaya jika dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan. Risiko paling buruk adalah hilangnya nyawa karena lupus. Makanya, pengenalan gejalanya sejak dini, akan sangat membantu treatment atas penyakit ini. Walau lupus saat ini masih belum bisa disembuhkan, dengan melakukan treatment khusus maka kualitas hidup anak yang menderitanya bisa tetap terjaga.

Pengonsumsian obat secara rutin, akan meredakan peradangan serta kerusakan organ pada tubuh anak, yang disebabkan oleh lupus. Obat yang mungkin diberikan seperti NSAIDs, kortikosteroid, dan obat anti malaria. Selain itu, anak yang menderita lupus akan dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan juga membatasi konsumsi makanan berkadar garam tinggi.

Anak dengan penyakit lupus, juga biasanya akan diresepkan suplemen tambahan, berupa vitamin D dan juga kalsium. Pengonsumsian suplemen tambahan ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan tulang. Selain itu, suplemen ini juga akan mencegah terjadinya osteoporosis pada tulang anak, akibat dari efek samping obat yang dikonsumsinya.

Dalam dunia kesehatan, lupus dikenal sebagai penyakit yang membunuh secara diam-diam. Gejala penyakit lupus pada anak yang tak terlihat kentara, membuat orang tua tak mudah mengenalinya, sehingga treatment kadang terlambat diberikan. Jika sekiranya Anda menyadari bahwa anak  mengidap penyakit lupus, segeralah berkonsultasi ke dokter, untuk mendapatkan treatment terbaik.

Facebook Comments